Langsung ke konten utama

Romantic Relationship

💕💕 Whats is the Romantic Relationship? ΨΨ




Okay, di zaman yang serba modern dan canggih seperti ini, siapa sih yang tidak mengetahui apa yang di maksud dengan Romantic Relationship. Yaps, benar sekali, Romantic Relationship adalah satu ikatan atau hubungan yang di jalin secara romantis antara dua individu, umunya sih antara Perempuan dan Laki-laki. Di zaman modern yang seperti ini, untuk menjalin suatu hubungan yang romantis tidaklah sulit seperti dulu, contohnya saja dengan cara melakukan chatting dengan memakai♆ sosial media yang kita punya pun kita sudah bisa menjalin suatu hubungan atau ikatan yang romantis tersebut.

Sebelum kita mengenal lebih lanjut apa itu RR, ternyata ada beberapa sejarah yang menceritakan awal mulanya RR itu ada guys. Ada yang dari versi Zaman Yunani Kuno, Romawi Kuno, Kristiani, Abad pertengahan, dan sampai sekarang.

Yang pertama kita akan bahas yaitu pada zaman yunani kuno. Pada zaman yunani kuno, RR di kisahkan dan ada hubungannya dengan salah satu dewa kepercayaan orang-orang yunani guys, namanya Dewa Eros (yang sering kita kenal dengan nama Cupid). Namun, pada zaman tersebut, RR hanyalah sebuah kegilaan yang hanya dapat menimbulkan suatu luka, dan pada zaman ini, RR hanya di akui oleh kaum Homoseksual loh.

Lanjut ke zaman Romawi kuno. Kalian semuanya sudah tahu kan para gladiator roma yang amat sangat kuat dan pantang menyerah itu, ya, ini ada hubungannya dengan sejarah RR di zaman tersebut. RR pada zaman tersebut di anggap bagaikan suatu permainan yang di mainkan para gladiator di Collosium itu, dan selain itu juga RR dilakukan di luar pernikahan.

Setelah itu, lanjut lagi ke zaman atau masa-masa kristiani. Pada zaman ini, hubungan sex dianggap suatu hal yang negatif.

Selanjutnya Abad pertengahan. Pada zaman ini, sangat terkenal dengan yang namanya "perjodohan", ya, layaknya Siti Nurbaya seperti itu guys. Maraknya perjodohan seperti Siti Nurbaya, lama kelamaan sudah mulai di tinggalkan oleh para orang tua dan lebih pada menyerahkan pada apa yang di putuskan oleh sang anak untuk mencari calon pasangannya sendiri. Dan pada zaman ini juga ada sebuah pepatah yang menyebutkan bahwa, "Nikah dulu, baru Pacaran".

Setelah kita mengenal bagaimana sejarah RR pada zaman dahulu sampai dengan sekarang, selanjutnya kita akan membahas bagaimana sih pandangan budaya terhadap RR ini sendiri.

Sebelumnya, pandangan budaya sendiri di bagi menjadi 2 jenis, antara lainnya ada budaya Collectivist dan Individualist. Sepengetahuan penulis mengenai kedua buadaya ini sangatlah berbeda, yang collectivis ini lebih cenderung ada pada masyarakat negara-negara timur dan untuk invidualist ini cenderung ada pada masyarakat negara-negara barat. Dalam kesehariannya sendiri masyarakat colectivis lebih mengedepankan yang namanya kerjasama atau gotong royong, dan untuk budaya individualist sendiri, masyarakatnya cenderung hidup sendiri-sendiri dan lebih mengedepankan yang namanya suatu keberhasilan atau prestasi individu.



Okey itu sekilah bahasan mengenai budaya collectivis dan individualis. Sekarang kita akan melihat sudut pandang budaya terhadap RR itu sendiri. Dalam sudut pandang masyarakat Western Culture, pandangan terhadap RR ini antara lainnya menyebutkan bahwa, cinta adalah salah satu pengalaman yang positif untuk di lalui. Namun, dalam Chinnes Culture, memandang bahwa RR ini hanyalah rasa kekecewaan yang dapat melukai perasaan.

Namun, diantara perbedaan pandangan terhadap RR menurut 2 budaya yang berbeda tadi, ada 1 pandangan yang menyelip, yaitu antara lainnya Online Romance atau Speed Dating, dimana menyebutkan bahwa, individu yang tidak puas akan suatu pertemuan yang telah terjadi di dunia nyata (jalan bareng pasangan/nge-date), maka penyaluran untuk pemuasannya ini antara lainnya dengan cara melakukan Dating atau berkencan dengan menggunakan bantuan teknologi, seperti menggunakan sosial media, Video Call, Free Call, dan lain sebagainya. Hal inilah yang banyak di lakukan pada zaman modern seperti saat ini guys hehe.


Sumber : Buku "Social Psychology, Franzoi".
Supported by : Julia Noer Latifah

Komentar